LESTARIKAN KEARIFAN LOKAL, MAHASISWA KKN UNISNU PASANG PLANG PETUNJUK JALAN DAN PERCANTIK PUNDEN DATUK SURYOPODO

BATUKALI, JEPARA – Dalam upaya mengembangkan potensi wisata religi desa dan merawat nilai kearifan lokal, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok Batukali UNISNU Jepara sukses menggelar program "Pengembangan Desa Wisata Berbasis Kearifan Lokal" di Punden Mbah Datuk Suryopodo, Desa Batukali. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu (9/8) dan difokuskan pada pembenahan fasilitas serta aksesibilitas area makam.
Punden Mbah Datuk Suryopodo yang terletak di sudut selatan Desa Batukali merupakan situs bersejarah yang sangat dihormati oleh masyarakat setempat. Setiap pascapanen raya atau saat tradisi Sedekah Bumi, warga desa selalu beramai-ramai mengunjungi punden ini untuk memanjatkan syukur. Bahkan, tak jarang peziarah dari luar desa turut berdatangan mencari keberkahan.
Menyadari potensi besar punden tersebut sebagai magnet wisata religi, dua mahasiswa KKN UNISNU selaku penanggung jawab program, Dimas Hermawan dan David Kurniawan, menginisiasi serangkaian kegiatan revitalisasi ringan. Rangkaian acara dimulai dengan kegiatan doa bersama (tahlil) yang dipimpin oleh Juru Kunci makam, dilanjutkan dengan kerja bakti membersihkan area punden.
Sebagai bentuk dukungan fisik, tim KKN Kelompok 12 juga menyerahkan bantuan berupa seperangkat alat kebersihan kepada pihak pengelola punden. Puncak dari program ini adalah pemasangan plang petunjuk arah di beberapa titik strategis desa.
"Pemasangan plang penunjuk jalan ini bertujuan agar para peziarah, terutama yang berasal dari luar daerah, tidak lagi kebingungan mencari rute menuju punden. Kami ingin tempat ini semakin dikenal tanpa kehilangan nilai sakralnya," ujar Dimas Hermawan, salah satu penanggung jawab program.
Kegiatan ini mendapat sambutan yang sangat hangat dari Perangkat Desa Batukali dan Juru Kunci Punden. Pihak desa menilai bahwa kehadiran mahasiswa KKN sangat membantu menjaga kebersihan, kenyamanan, serta kelestarian punden sebagai situs ziarah unggulan desa.
"Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN UNISNU. Kepedulian mereka terhadap kebersihan dan fasilitas punden ini adalah wujud nyata pelestarian budaya. Harapan kami, dengan adanya petunjuk jalan dan alat kebersihan yang baru, peziarah makin nyaman dan Punden Datuk Suryopodo bisa terus berkembang menjadi ikon wisata religi kebanggaan Batukali," ungkap Juru Kunci Punden Mbah Datuk Suryopodo.
Melalui program kolaborasi ini, Tim KKN Kelompok Batukali Jepara berharap Punden Mbah Datuk Suryopodo tidak hanya sekadar menjadi tempat ziarah musiman, tetapi mampu bertransformasi menjadi pusat wisata religi desa yang terkelola dengan baik, lestari, dan mampu memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial-budaya masyarakat Batukali.