arrow_back Kembali ke Berita

BANTU NAIK KELAS! MAHASISWA KKN UNISNU DONGKRAK BRANDING DAN PEMASARAN DIGITAL TIGA UMKM UNGGULAN BATUKALI

Dipublikasikan pada 21 Agustus 2026•record_voice_overSumber / Narasumber: PIC ProKer
progress_activityMemuat...
BANTU NAIK KELAS! MAHASISWA KKN UNISNU DONGKRAK BRANDING DAN PEMASARAN DIGITAL TIGA UMKM UNGGULAN BATUKALI

BATUKALI, JEPARA – Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan urat nadi perekonomian Desa Batukali. Sadar akan besarnya potensi produk lokal yang belum terekspos secara maksimal, Tim KKN Kelompok Batukali UNISNU Jepara menerjunkan tim khusus untuk melakukan pendampingan penguatan branding dan digital marketing bagi para pelaku usaha di desa setempat.

Program pemberdayaan yang digagas sejak pertengahan Agustus 2026 ini secara khusus menargetkan tiga UMKM lokal unggulan di Desa Batukali, yaitu Nasi Menir Mbak Al, Telur Asin Hj. Sunipah, dan Rumah Jajan.

Alih-alih memberikan solusi yang disamaratakan, tim KKN melakukan pendekatan custom melalui diskusi dan wawancara mendalam (asesmen) secara dua arah. Hal ini dilakukan agar bantuan yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan spesifik dari masing-masing pelaku usaha.

"Kami melihat produk-produk dari ketiga UMKM ini secara kualitas rasa sangat luar biasa dan punya potensi jual yang tinggi. Namun, masalah klasiknya sama, yaitu kurangnya visibilitas merek (branding) dan belum melek pemasaran digital. Oleh karena itu, kami turun tangan untuk memberikan intervensi secara menyeluruh," ungkap perwakilan Tim KKN Kelompok Batukali.

Intervensi dan pendampingan yang diberikan oleh mahasiswa KKN terbilang sangat komprehensif. Pada aspek fisik (offline), tim mahasiswa merancangkan desain kemasan baru, mencetak banner toko, membuatkan stempel usaha resmi, hingga memasang plang penunjuk arah jalan untuk memudahkan pelanggan mencari lokasi produksi.

Sementara itu pada aspek digital (online), tim mahasiswa yang membidangi Publikasi dan Desain memfasilitasi sesi foto produk secara profesional. Foto-foto tersebut kemudian digunakan sebagai amunisi untuk mengaktivasi dan mengelola akun promosi di platform media sosial seperti Instagram dan TikTok.

Para pelaku UMKM merasa sangat terbantu dengan hadirnya program kemitraan ini. Wajah baru pada kemasan produk dan kehadiran mereka di media sosial membuat pesanan mulai mengalir dari jangkauan pembeli yang lebih luas, melampaui batasan fisik desa.

Melalui penguatan identitas visual dan digitalisasi pemasaran ini, KKN UNISNU Jepara berharap UMKM Batukali dapat benar-benar "naik kelas", memiliki daya saing yang tinggi, dan pada akhirnya mampu mendongkrak kesejahteraan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.

Bagikan artikel ini:
WhatsAppTelegramFacebookLinkedIn